Bahas Disini Tokoh Pemimpin Pemimpin Teladan

Terlepas dari bahasan tadi, saya sebenarnya penggemar kisah-kisah pemimpin dunia. Saya rasa pemimpin-pemimpin dunia tersohor memiliki kisah unik dan sifat luhur dalam dirinya. Perjalanan karirnya, kisah keluarga, asmara dan hal-hal sulit yang dilaluinya adalah pelajaran yang sangat berharga bagi pembacanya. Saya lebih menyukai mereka ketimbang tokoh-tokoh superhero, selain ceritanya yang realistis, para pemimpin memiliki kekuatan hasil dari kerja keras, bukan kekuatan super.
Dengan membahas tokoh pemimpin berikut, semoga dapat menjadi referensi kita dalam memilih seorang pemimpin kedepannya, atau malah menjadi inspirasi dan motivasi bagi diri sendiri untuk bersiap menjadi seorang imam atau pemimpin kelak. Dan menyambungan dari bahasan tadi, tidak ada salahnya kita posisikan berada dimanakah Pak Ahok atau pemimpin-pemimpin tersohor di Indonesia (seperti Pak Emil, Bu Risma, Pak Jokowi, dsb) dibandingkan pemimpin luar biasa yang kita bahas kali ini. Kali ini saya hanya membahas beberapa tokoh saja yang menjadi pemimpin tersohor yang sudah pernah saya baca kisahnya dan ikuti kepribadiannya, berikut adalah sosoknya;
JENDERAL BESAR SUDIRMAN
Well... jadi jenderal itu berat, dengar cerita Jendral Sudirman ga kebayang gimana rasanya turun gunung melawan Belanda. Dalam kondisi sakit Jenderal Sudirman masih menjadi orang paling berbahaya bagi musuh. Suatu hari saya penasaran seperti apa kisah Jenderal Sudirman yang heroik itu. Apa ada yang tau, jejak sang Jenderal memimpin perang gerilya dari dalam hutan?
Singkat cerita, Jenderal Sudirman lahir pada 24 Januari 1916, beliau adalah anak dari pasangan rakyat biasa. Namun Jenderal Sudirman adalah seorang yang mempunyai semangat tinggi dan aktif di sekolahnya. Hingga kemudian ia menjadi seorang ustad atau guru di Cilacap, karena sosoknya yang dihormati dan berwibawa. Namun karena keadaan Indonesia yang tak kunjung membaik, ia ikut mengangkat senjata dan mengabdi pada PETA (Pembela Tanah Air) di tahun 1944. Tak lama kemudian ia diangkat menjadi Jenderal pada konvensi tentara rakyat di Yogyakarta. Walau banyak yang meragukan kiprahnya, tetapi ia membuktikannya dengan pengabdian luar biasa dan terus berjuang membela tanah air. Umur Jenderal Sudirman tidak terlalu panjang, beliau meninggal 5 hari setelah hari jadinya yang ke 34 tahun dan hanya menikmati hasil perjuangannya satu tahun setelah agresi militer Belanda ke II usai.

Kekurangan beliau adalah kesehatannya yang tidak baik. Tubuhnya dicecar oleh virus TBC yang merenggut sebelah paru-parunya. Kegemarannya merokok tingwe (nglinting ndewe/melinting rokok sendiri) menjelaskan betapa sulitnya ia lepas dari belenggu penyakitnya. Akhirnya dokter mengangkat sebelah paru-parunya agar sakitnya tidak bertambah parah, dan alhasil kondisi Pak Jenderal menjadi lebih lemah dari sebelumnya.
Salah satu pelajaran yang saya ambil dari kisah beliau adalah "Totalitas dalam komitmen". Dari sosok beliau, didapatkan bahwa kita harus berjuang untuk hak kemerdekaan yang sudah di depan mata, bertanggung jawab atas jabatan yang diemban dan mengorbankan segala yang kita miliki, apapun kondisinya kita mesti berjuang sampai kita benar-benar mati, selama membela kebenaran... tidak ada kata menyerah.
Kisah yang saya baca bersumber dari Ensiklopedia seri 1997, artikel Wikipedia, berbagai bacaan di internet dan sebuah novel karya Ayi Jufridar berjudul "693KM JEJAK GERILYA SUDIRMAN". Buku ini mengisahkan Sang Jenderal dari sudut pandang orang pertama dan cara pendekatan yang lebih emosional dan manusiawi, tidak seperti membaca artikel, wikipedia atau biografi.
CAPTION : #Pemimpin #Pantang_menyerah #Nasionalisme #Perjuangan #Totalitas
HIDEYOSHI TOYOTOMI - THE SWORDLESS SAMURAI
Alkisah terdapat seorang anak di sebuah desa terpencil di wilayah Jepang. Ia anak seorang petani yang hidupnya penuh penderitaan karena keadaan Jepang yang sangar chaos, pembunuhan oleh samurai dan perang antar klan terjadi dimana-mana. Perawakannya yang buruk rupa, membuatnya sulit bergaul dengan orang lain. Ia pun berkelakuan buruk di sekolah sehingga dipulangkan, tak lama kemudian orang ini meminta izin kepada ibunya, untuk merantau mencari kerja.
Tetapi kita tidak pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya, dengan penampilan sederhana, siapa yang tahu ia menjadi seorang pemimpin legendaris di Jepang, menyatukan Jepang dalam satu panji. Bahkan konon katanya ia menghancurleburkan pertahanan musuh tanpa menarik pedangnya. Beliau adalah Hideyoshi Toyotomi. Ia adalah mantan ajudan dari Oda Nobunaga, seorang Samurai ternama saat itu.
Dengan tekad yang tinggi, ia yang melihat "ketidakbenaran" terjadi dimana-mana, bertekad untuk mengakhiri semuanya. Dengan cara menyatukan Jepang, ia berharap perdamaian akan datang dengan sendirinya. Namun tidak semudah itu ya... ia memulai karir kepemimpinan hanya berawal dari pembawa sendal Oda Nobunaga.... hmmm... kok bisa ya, jongos berakhir menjadi kaisar... hmmm... Dari sanalah saya terbesit membaca kisahnya, sepertinya sangat menarik. Setelah membaca kisahnya, ternyata beliau yang seorang pembawa dan penjaga sendal ini, sering memberi masukan-masukan berkualitas
Dengan tekad yang tinggi, ia yang melihat "ketidakbenaran" terjadi dimana-mana, bertekad untuk mengakhiri semuanya. Dengan cara menyatukan Jepang, ia berharap perdamaian akan datang dengan sendirinya. Namun tidak semudah itu ya... ia memulai karir kepemimpinan hanya berawal dari pembawa sendal Oda Nobunaga.... hmmm... kok bisa ya, jongos berakhir menjadi kaisar... hmmm... Dari sanalah saya terbesit membaca kisahnya, sepertinya sangat menarik. Setelah membaca kisahnya, ternyata beliau yang seorang pembawa dan penjaga sendal ini, sering memberi masukan-masukan berkualitas